
TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat upaya menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan serta memperkuat koordinasi antarperangkat daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, realisasi investasi di Kota Tangerang tercatat mencapai Rp5,45 triliun. Angka tersebut telah memenuhi sekitar 35,97 persen dari target investasi tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp15,15 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan capaian pada triwulan pertama menjadi sinyal positif bagi perkembangan investasi di daerah, meskipun kondisi ekonomi global masih diwarnai berbagai tantangan.
“Realisasi investasi pada triwulan pertama mencapai Rp5,45 triliun. Kami berharap kondisi ekonomi ke depan semakin membaik sehingga minat investor untuk berinvestasi di Kota Tangerang terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Sugihharto, hasil tersebut menjadi pijakan yang baik untuk mengejar target investasi sepanjang tahun 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun sebelumnya Kota Tangerang berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp22,54 triliun, sehingga optimisme terhadap pencapaian target tahun ini tetap tinggi.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemkot Tangerang terus mendorong pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi melalui sinergi seluruh organisasi perangkat daerah terkait.
Wali Kota Tangerang menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha dalam mengurus perizinan. Menurutnya, pelayanan yang efektif akan mempercepat masuknya investasi dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jangan ada proses yang dipersulit. Semua layanan harus semakin mudah, cepat, dan memberikan kepastian kepada investor agar investasi terus tumbuh dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, Pemerintah Kota Tangerang juga berkomitmen menjaga kepercayaan investor melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan transparan sehingga tercipta iklim investasi yang berkelanjutan.
Berdasarkan data DPMPTSP Kota Tangerang, Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar pada tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp574,76 miliar. Selanjutnya disusul Hongkong sebesar Rp207,53 miliar, Malaysia Rp96,27 miliar, Tiongkok Rp87,07 miliar, dan Jepang sebesar Rp66,64 miliar.
Sementara itu, sektor usaha dengan nilai investasi tertinggi meliputi transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp4,41 triliun, perdagangan dan reparasi Rp2,81 triliun, industri karet dan plastik Rp2,55 triliun, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,26 triliun, serta industri kimia dan farmasi senilai Rp1,44 triliun.
Melalui penguatan pelayanan publik, kepastian perizinan, serta kolaborasi lintas sektor, DPMPTSP Kota Tangerang optimistis target investasi tahun 2026 dapat tercapai sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(adv)
Tidak ada komentar