
TANGERANG – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan PLN, terutama terkait penawaran token listrik dengan harga yang jauh di bawah normal. Maraknya penipuan ini dapat merugikan konsumen dan merusak kepercayaan publik terhadap layanan PLN.
Modus terbaru yang dilaporkan adalah penempelan stiker bertuliskan angka kWh palsu pada meteran listrik milik pelanggan. Pelaku kemudian mendatangi rumah korban, mengaku sebagai petugas PLN, dan menawarkan jasa pengisian token listrik dengan harga yang sangat miring. Penawaran menggiurkan ini seringkali membuat korban lengah dan tergiur tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.
PLN menegaskan bahwa transaksi resmi terkait layanan kelistrikan, termasuk pengisian token listrik, tidak pernah dilakukan secara sembarangan atau melalui pihak yang tidak memiliki identitas resmi. Ada beberapa ciri-ciri yang patut diwaspadai untuk mengidentifikasi potensi penipuan ini. Pertama, adanya stiker dengan angka kWh yang terlihat mencurigakan atau tidak wajar pada meteran. Kedua, pelaku penipuan biasanya tidak dapat menunjukkan identitas resmi sebagai petugas PLN. Ketiga, tawaran harga yang ditawarkan jauh di bawah harga normal yang berlaku di pasaran. Keempat, pelaku seringkali mendesak korban untuk segera melakukan pembayaran tanpa memberikan waktu yang cukup untuk berpikir atau melakukan konfirmasi.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi, PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu menggunakan kanal resmi yang telah disediakan. Kanal resmi tersebut meliputi aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui smartphone, website resmi PLN di www.pln.co.id, serta akun media sosial resmi PLN di Instagram @pln_id. Melalui kanal-kanal ini, pelanggan dapat melakukan berbagai layanan kelistrikan dengan aman dan terpercaya.
PLN berharap dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak masuk akal. Kewaspadaan dan penyebaran informasi ini kepada keluarga, kerabat, dan tetangga diharapkan dapat mencegah lebih banyak korban berjatuhan akibat ulah para penipu.
Tidak ada komentar