Haul ke-16, Maryono: Sosok yang Mewarnai Permbangunan Kota

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 13:48 4 Aries Sundoro

KOTA TANGERANG – Perubahan Kota Tangerang menyimpan banyak cerita, termasuk tentang sosok-sosok yang turut mewarnai perjalanan dan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah almarhum KH. Asnawi Mukhtar, ulama yang mengabdikan diri untuk syiar Islam, pengajaran Al-Qur’an, dan penguatan nilai-nilai akhlakul karimah.

Kenangan tentang sosok dan pengabdian almarhum disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-16 KH. Asnawi Mukhtar di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Ad-Diniyah, Belendung, Kecamatan Benda, Jumat malam (09/10/2026).

Di hadapan para jemaah, Maryono, mengenang masa ketika dirinya menjabat sebagai Camat Benda. Salah satu hal yang masih diingatnya adalah pesan almarhum mengenai perkembangan wilayah Benda, yang beberapa tahun kemudian benar-benar terwujud.

“Dulu, saat saya menjabat sebagai Camat Benda, wilayah ini belum seperti sekarang. Ketika kembali melihatnya, sudah banyak perubahan yang terjadi. Saya juga teringat pesan almarhum KH. Asnawi Mukhtar yang pernah menyampaikan, suatu saat nanti akan ada jalan besar di samping rumah beliau. Beberapa tahun kemudian, hal itu benar-benar terwujud,” tutur Maryono.

Kenangan tersebut, menjadi pengingat bagi Maryono, bahwa perjalanan sebuah wilayah tidak terlepas dari orang-orang yang memiliki perhatian terhadap lingkungan dan masyarakatnya. KH. Asnawi Mukhtar merupakan salah satu sosok yang meninggalkan kesan mendalam melalui pengabdian dan perannya dalam kehidupan keagamaan.

Dakwah almarhum menjangkau masyarakat di Kelurahan Benda, Batuceper, hingga kawasan perbatasan DKI Jakarta. Melalui pengajaran Al-Qur’an dan syiar Islam, beliau turut membimbing masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pengabdian tersebut juga memiliki arti dalam perjalanan pembangunan Kota Tangerang. Semasa hidupnya, KH. Asnawi Mukhtar menjadi salah satu penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang yang turut dilibatkan dalam perumusan visi dan misi pembangunan kota berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.

“Beliau tidak hanya membangun masyarakat dari sisi keagamaan, tetapi juga ikut meletakkan fondasi moral untuk mewujudkan Kota Tangerang yang berakhlakul karimah,” ujar Maryono.

Ia menegaskan, mengenang jasa para ulama berarti menjaga agar ilmu, nasihat, dan keteladanan mereka tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani nilai-nilai yang diajarkan beliau.

“Menjaga amanah, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama merupakan nilai yang perlu terus dirawat, baik dalam kehidupan keluarga maupun di tengah masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan perjuangan para ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk membimbing umat,” ungkapnya.

Maryono berharap, generasi penerus dapat melanjutkan semangat dakwah dan pengabdian KH. Asnawi Mukhtar dengan menjaga kerukunan, memperkuat kehidupan beragama, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Dengan demikian, pembangunan Kota Tangerang tidak hanya menghadirkan kemajuan secara fisik, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan saling peduli.

“Melalui momentum maulid nabi dan haul ini, mari kita jaga warisan kebaikan para ulama, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta bersama-sama membangun Kota Tangerang yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlakul karimah,” pungkasnya. (ALK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA