
KOTA TANGERANG – Menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar kegiatan kerja bakti, melainkan kebiasaan yang harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang ingin dibangun melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, memantau langsung pelaksanaan korvei Gerakan Indonesia ASRI dengan bersepeda, Jumat pagi (30/10/2026). Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sachrudin menyusuri sejumlah titik, mulai dari sepanjang Jalan K.H. Hasyim Ashari, SMPN 4 Tangerang, Kampung Bekelir, Kali Pasir, hingga berakhir di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang.
Dalam pemantauan tersebut, Sachrudin, juga menyempatkan diri menyapa warga yang tengah bergotong royong membersihkan lingkungan. Ia menegaskan, keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintah, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat yang dimulai dari lingkungan terkecil.
“Hari ini kami memantau kegiatan korvei Gerakan Indonesia ASRI. Budaya menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan setiap hari. Kita mulai dari diri sendiri, dari rumah tangga dengan memilah sampah, kemudian lingkungan sekitar, sekolah, perkantoran, dan seterusnya,” ujar Sachrudin.
Korvei tersebut dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di 13 kecamatan, dengan menyasar berbagai fasilitas umum dan ruang pelayanan publik. Pelaksanaan secara menyeluruh ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian bersama untuk merawat ruang-ruang publik.
Menurut Sachrudin, Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong sekaligus mengubah pola pikir masyarakat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas Dinas Lingkungan Hidup.
“Semoga gerakan ini dapat memotivasi dan membangun kesadaran seluruh lapisan masyarakat. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab kita bersama. Tadi kita lihat masyarakat begitu semangat dan antusias menjaga kebersihan lingkungannya,” lanjutnya.
Sachrudin, juga mengapresiasi masyarakat yang telah berinisiatif menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. Ia secara khusus mendorong sekolah dan dunia pendidikan untuk semakin aktif menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi karakter generasi muda.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah peduli dan ikut membangun Kota Tangerang melalui hal-hal sederhana. Kebersihan sangat penting bagi kualitas hidup kita. Jangan hanya pada hari Jumat, tetapi setiap hari, bahkan setiap saat, mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya,” pungkas Sachrudin. (ALK)
Tidak ada komentar