AHY-Sachrudin Gercep Cegah Banjir Berulang

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Nov 2026 19:00 2 Aries Sundoro

KOTA TANGERANG – Penanganan banjir di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) membutuhkan langkah terpadu lintas wilayah. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah daerah guna mengatasi persoalan banjir yang kerap mengganggu mobilitas masyarakat dan operasional bandara.

Hal tersebut disampaikan AHY saat meninjau langsung progres normalisasi Sungai Kali Perancis dan anak sungainya di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (06/11/2026). Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Wali Kota Tangerang H. Sachrudin serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait.

AHY mengungkapkan, banjir yang kerap terjadi pada Januari-Februari menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional Bandara Soetta. Bahkan, penundaan penerbangan tercatat mencapai 20 persen, sehingga memengaruhi ketepatan waktu penerbangan (on-time performance) dan aktivitas ekonomi

“Berdasarkan laporan dan peninjauan, salah satu faktor utama penyebab banjir adalah sedimentasi dan pendangkalan Sungai Kali Perancis beserta anak sungainya,” ungkap AHY.

Sebagai langkah penanganan, normalisasi sungai dilakukan dengan mengerahkan sejumlah ponton ekskavator untuk mengembalikan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air. Pemerintah juga menyiapkan pompa air stasioner (submersible) dan pompa bergerak (mobile) di sejumlah titik rawan genangan.

Selain itu, direncanakan pembangunan kolam retensi seluas 3,4 hektare untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.

AHY menegaskan, upaya penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial karena kawasan terdampak melintasi sejumlah wilayah administratif, mulai dari DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang hingga wilayah Jakarta Barat.

“Ini membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi semua pihak. Karena persoalan banjir ini melintasi batas wilayah, penanganannya juga harus dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, menyambut baik inisiasi koordinasi lintas wilayah tersebut. Ia menegaskan, Jajaran Pemkot Tangerang siap mendukung penuh seluruh upaya penanganan, baik melalui dukungan sumber daya, infrastruktur, maupun fasilitasi terkait pembebasan lahan dan pemanfaatan aset sesuai kewenangan.

“Pemkot Tangerang siap mendukung dan memfasilitasi berbagai kebutuhan agar kolaborasi ini berjalan optimal. Kami siap bersinergi, termasuk dalam dukungan infrastruktur, sumber daya, serta koordinasi terkait lahan dan aset,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, penanganan banjir di kawasan Bandara Soetta merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan komitmen dan langkah konkret seluruh pihak. Terlebih, keberadaan bandara tersebut memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang Indonesia yang menopang mobilitas masyarakat, konektivitas nasional, dan aktivitas perekonomian.

“Ini bukan hanya menyangkut kepentingan satu daerah, tetapi kepentingan bersama. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat agar penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terlindungi dan operasional bandara tetap terjaga,” pungkasnya. (ALK)

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA