ApeI Hari Kesaktian Pancasila, Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 13:51 1 Aries Sundoro

KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang agar tidak berhenti memaknai Pancasila sebagai sejarah, tetapi mewujudkannya melalui tindakan nyata, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut, disampaikan Sachrudin saat memimpin apel pegawai yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (05/10/2026).

Menurutnya, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober bukan sekadar momentum mengenang sejarah, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan sekadar catatan sejarah. Nilai-nilainya harus hidup dalam cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat. Di situlah pengamalan Pancasila benar-benar dirasakan,” tegas Sachrudin.

Ia menekankan, bagi ASN, pengamalan Pancasila harus tercermin dari hal-hal yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga, mulai dari kemudahan pelayanan, kecepatan merespons keluhan, hingga kesigapan menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Masyarakat tidak mengukur kinerja kita dari banyaknya rapat atau program yang disusun. Mereka merasakan langsung apakah urusannya dipermudah, keluhannya ditindaklanjuti, dan persoalannya mendapatkan solusi. Jangan menunggu masalah membesar untuk bergerak, dan jangan menunggu masyarakat mengeluh berkali-kali untuk merespons,” ujarnya.

Mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Sachrudin, juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan menghilangkan sekat antarinstansi. Setiap persoalan harus memiliki penanggung jawab, tindak lanjut yang jelas, serta penyelesaian yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan, memasuki penghujung tahun anggaran 2026, seluruh perangkat daerah perlu memastikan program yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari realisasi anggaran, tetapi juga dari kualitas pekerjaan dan dampaknya bagi warga.

“Setiap rupiah yang kita kelola adalah amanah. Pastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran, pekerjaan dituntaskan sesuai ketentuan, dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sachrudin, turut menekankan pentingnya langkah antisipatif menghadapi potensi bencana pada musim hujan, termasuk memastikan saluran drainase berfungsi, sungai terpelihara, pompa siap digunakan, serta personel dan peralatan dalam kondisi siaga. Penanganan persoalan sampah dan infrastruktur juga harus dilakukan secara terkoordinasi agar tidak terus berulang dan menimbulkan dampak lebih luas.

Menutup arahannya, Sachrudin mengajak seluruh ASN menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam memperkuat integritas, kepedulian, dan tanggung jawab pelayanan.

“Jangan hanya hadir ketika masalah terjadi. Kita harus peka melihat persoalan, sigap mengambil tindakan, dan mampu mencegah dampak yang lebih besar. Pancasila harus hadir dalam tindakan kita, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya melalui pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan solutif,” pungkasnya. (ALK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA