Dari Administrasi hingga Pemberdayaan Umat, 200 Masjid Serang-Cilegon Ikuti Workshop GMIB

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Sep 2026 14:22 7 Aries Sundoro

BANTEN — Sebanyak 200 masjid di wilayah Kota dan Kabupaten Serang serta Kota Cilegon mengikuti One Day Workshop Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan di Ballroom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan masjid yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya. Melalui pendekatan praktis, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pengelolaan masjid yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing masjid.

Dalam workshop ini, Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) menyampaikan enam modul pengelolaan praktis masjid, yang dirancang berdasarkan pengalaman pendampingan dan pengembangan ekosistem masjid berdaya di berbagai daerah.

Enam modul tersebut menjadi ruang belajar bagi para pengurus dan penggerak masjid untuk tidak hanya memahami aspek administrasi dan kelembagaan, tetapi juga melihat masjid sebagai pusat pemberdayaan umat yang mampu mengelola potensi jamaah, membangun program, serta menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Banten dan Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB), dengan dukungan dari Paragon Corp dan Bank BCA Syariah. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperkuat kapasitas pengelola masjid sekaligus mendorong lahirnya masjid-masjid yang semakin berdaya dan berdampak.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten serta Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten. Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten juga secara simbolis membuka pelaksanaan One Day Workshop Manajemen Masjid Modern.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai masjid di Serang dan Cilegon menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus semangat yang kuat dari para pengurus masjid untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid.

Melalui kegiatan ini, GMIB mendorong agar masjid tidak berhenti sebagai tempat pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan, tetapi berkembang menjadi pusat ekosistem umat, tempat jamaah terhubung, persoalan masyarakat teridentifikasi, potensi umat dikembangkan, dan berbagai program pemberdayaan dapat dijalankan secara terarah.

Dari Banten, gerakan masjid berdaya terus diperluas. Karena masjid yang dikelola dengan baik bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya jamaah, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya kebermanfaatan bagi masyarakat.

Agus Nasikin, pengurus Masjid Al Muhajirin, Kompleks Puri Kartika, Banjarsari, Kota Serang, mengaku mendapat banyak inspirasi dari pelatihan pengelolaan masjid modern ini. Ia menilai pengalaman dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta sistem database penerima manfaat sangat penting untuk diterapkan di masjidnya. Agus berencana mengajak tim Masjid Al Muhajirin bersilaturahmi dan belajar langsung ke Masjid Raya Bintaro Jaya, khususnya terkait pendataan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, setelah penguatan kegiatan ibadah, masjid perlu semakin aktif mengembangkan program sosial agar potensi masyarakat di sekitar masjid dapat tumbuh dan berkembang bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA