Dari pengalaman bullying dan kegagalan berulang saat remaja, Rendi kini sukses berkarier sebagai Marketing Communication Manager di Grand Mercure Bali Seminyak sekaligus aktif dalam pemberdayaan anak muda melalui komunitas Incredible Youth. Tahun ini, Rendi resmi terpilih sebagai salah satu Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 dan akan mewakili Bali.
Bali, 14 Mei 2026 – Lahir dan
besar di Palembang, Rendi kini meniti karier di Bali sebagai Marketing
Communication Manager di Grand Mercure Bali Seminyak, sekaligus aktif dalam
berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan anak muda. Tahun ini,
langkah baru dalam perjalanannya dimulai setelah resmi terpilih sebagai salah
satu representatif Putera Puteri Pendidikan Bali 2026 dan akan mewakili Bali di
ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026.
Di balik pencapaian tersebut,
perjalanan Rendi tidak datang dari proses yang instan.
Saat duduk di bangku sekolah,
Rendi pernah mengalami bullying yang membuat rasa percaya dirinya sempat turun
dan membuatnya banyak mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri. Di saat yang
sama, ia mencoba mencari ruang untuk bertumbuh melalui dunia public speakingmulai
dari speech contest, debat, hingga storytelling.
Namun perjalanan itu juga tidak
langsung membawanya pada kemenangan. Ia pernah mengalami kekalahan hingga tujuh
kali berturut-turut dalam kompetisi pidato Bahasa Inggris.
“Saya selalu bilang, kegagalan
itu teman terbaik saya. Saya pernah kalah tujuh kali berturut-turut waktu SMA.
Rasanya tentu tidak mudah, tapi justru dari situ saya belajar untuk evaluasi,
belajar lagi, dan tidak berhenti.”
Konsistensi dan kemauan untuk
terus belajar akhirnya membuahkan hasil. Selama masa sekolah hingga
perkuliahan, Rendi berhasil meraih lebih dari 45 prestasi di tingkat provinsi
maupun nasional, termasuk menjadi juara pertama speech contest tingkat nasional.
Pengalamannya di dunia komunikasi juga membawanya dipercaya menjadi MC di
berbagai event berskala besar, termasuk rangkaian acara Asian Games 2018.
Namun bagi Rendi, pencapaian
terbesar bukan hanya tentang trofi atau penghargaan. Pengalaman masa lalunya
membuat ia menyadari bahwa banyak anak muda sedang berjuang dengan rasa tidak
percaya diri, tekanan sosial, atau merasa tidak cukup baik, tetapi memilih
untuk menyimpannya sendiri.
Kesadaran itulah yang mendorong
Rendi aktif dalam berbagai gerakan pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.
Ia pernah mengemban peran sebagai Duta Kampus, Duta Bahasa, dan Duta GenRe
Sumatera Selatan, serta terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi, literasi, dan
pengembangan karakter untuk anak-anak dan remaja.
Pada tahun 2019, semangat
tersebut ia wujudkan dengan mendirikan Incredible Youth, sebuah komunitas yang
berfokus pada isu anti-bullying, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan
anak muda, termasuk teman-teman difabel
“Saya pernah merasa sendirian.
Karena itu saya ingin menciptakan ruang di mana anak muda bisa berkembang,
merasa didengar, dan percaya bahwa mereka punya potensi.”
Nilai yang sama terus ia bawa
hingga hari ini. Di tengah kesibukannya berkarier di industri hospitality,
Rendi tetap aktif melayani masyarakat melalui komunitas seperti YPK Bali,
menjadi MC di berbagai event publik, serta terlibat dalam berbagai kegiatan
sosial di Bali.
Kini, seluruh proses tersebut
membawanya pada langkah yang lebih besar. Dari seorang anak muda yang pernah
mengalami bullying, menghadapi kegagalan berulang kali, dan berjuang membangun
kepercayaan diri, Rendi kini siap membawa nama Bali di panggung nasional
sebagai salah satu finalis Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026.
Bagi Rendi, perjalanan ini bukan
tentang membuktikan diri kepada semua orang, melainkan tentang membuktikan
bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan, dan setiap orang selalu punya
ruang untuk bertumbuh, bangkit, dan melangkah lebih jauh.
Artikel ini juga tayang di vritimes