Raih Pendanaan, PhotoBebaz Percepat Ekspansi sebagai Platform Creative-Tech Media

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 03:55 1 admin tangerangjasa

PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, resmi mengumumkan perolehan pendanaan pertamanya sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi dan penguatan bisnis di 2026. Pendanaan ini difasilitasi oleh Fundhub sebagai funding aggregator yang mempertemukan PhotoBebaz dengan jaringan investor yang relevan dengan sektor teknologi kreatif dan media.

Di tengah industri photobooth yang semakin kompetitif, PhotoBebaz memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia layanan foto, melainkan sebagai platform teknologi kreatif yang menggabungkan pengalaman hiburan, iklan media digital, dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem terintegrasi.

Founder PhotoBebaz, Reyno Anggoro, menyebut pendanaan ini sebagai bentuk validasi atas model bisnis yang telah dibangun sejak awal. “Tren era kebangkitan photobox di Indonesia, khususnya di kota besar, patut diapresiasi. PhotoBebaz dirancang bukan hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga ruang interaksi yang bisa menghubungkan pengguna, pemilik merek, dan komunitas secara lebih personal. Dukungan investor memberi kami akselerasi untuk scale-up lebih cepat,” ujar Reyno.

Sebagai fondasi teknologi, PhotoBebaz mengembangkan sistemnya melalui Bebaz Labz, unit internal yang berfokus pada riset dan pengembangan perangkat lunak. Melalui Bebaz Labz, perusahaan merancang sistem perangkat lunak terkustomisasi untuk operasional photobox, integrasi media placement digital out-of-home (DOOH), manajemen konten iklan di dalam booth, hingga pengembangan aplikasi berbasis loyalitas dan gamification. Seluruh sistem ini dikembangkan secara mandiri untuk memastikan fleksibilitas, skalabilitas, dan diferensiasi produk di pasar.

Pendekatan berbasis teknologi ini memungkinkan pemilik merek hadir secara lebih menarik dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar sebagai iklan pasif, melainkan sebagai bagian dari interaksi yang terjadi di dalam booth.

Hingga tahun 2025, sebanyak belasan booth PhotoBebaz ditempatkan di berbagai titik mobilitas tinggi seperti ruang publik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), transportasi publik di stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim, serta di coffee shop. Dengan harga layanan di kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per sesi, perusahaan menyasar segmen kelompok yang dikenal aktif secara digital dan memiliki kecenderungan berbagi pengalaman secara organik di media sosial, yakni Gen Z hingga Gen Alpha.

Menurut Reyno, kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada pendekatan ekosistem berbasis lokasi. Kehadiran booth di ruang publik yang strategis membuat interaksi tidak hanya terjadi secara offline, tetapi juga berlanjut secara digital melalui aplikasi yang tengah dikembangkan.

“Kami juga membentuk suatu ekosistem yang menguntungkan bagi pengguna seperti loyalty rewards, gamification, dan komunitas di dalam aplikasi. Tujuannya membangun retensi dan hubungan jangka panjang dengan pengguna,” jelasnya.

Dari sisi investor, keputusan pendanaan didasarkan pada kombinasi antara diferensiasi model bisnis, potensi monetisasi media yang terintegrasi, serta kemampuan R&D dalam membangun teknologi secara mandiri melalui Bebaz Labz. Struktur teknologi yang dikembangkan oleh tim internal dinilai memberikan keunggulan kompetitif sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih terukur.

Secara bisnis, PhotoBebaz menggabungkan model pendapatan dari penjualan sesi foto, penyewaan booth untuk aktivasi brand dan event, serta monetisasi iklan media digital. Struktur ini memungkinkan arus pendapatan yang lebih terdiversifikasi dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri.

Pendanaan yang diperoleh akan difokuskan pada ekspansi lokasi baru di kota-kota besar Indonesia, pengembangan fitur AI dan AR untuk personalisasi pengalaman, serta penguatan tim teknologi dan kreatif. Perusahaan menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth di tahun 2026 seiring dengan peningkatan jumlah titik operasional dan integrasi teknologi yang lebih dalam, di antaranya jaringan rumah makan Mie Gacoan, stasiun KAI, bandar udara, dan area publik lainnya.

Reyno menegaskan bahwa ambisi PhotoBebaz lebih besar dari sekadar memperbanyak titik booth. “Kami ingin menjadi bagian dari evolusi industri kreatif Indonesia. Kreativitas harus berjalan berdampingan dengan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Di situlah kami melihat masa depan positif PhotoBebaz.”

Dengan dukungan pendanaan ini, PhotoBebaz memasuki fase pertumbuhan baru dan memperkuat posisinya sebagai creative-tech yang menjembatani hiburan, media, dan komunitas dalam satu platform yang relevan dengan generasi saat ini.

Artikel ini juga tayang di vritimes

admin tangerangjasa

LAINNYA