Menulis Angle Berita yang Menarik: Kunci Agar Berita Lebih Hidup dan Mudah Dipahami

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Mar 2026 09:49 3 Iqbal

Dalam dunia jurnalistik, menulis berita tidak hanya sekadar menyampaikan informasi. Seorang jurnalis juga harus mampu menentukan angle atau sudut pandang berita yang tepat agar informasi yang disampaikan menjadi menarik, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca. Tanpa angle yang kuat, sebuah peristiwa yang sebenarnya penting bisa terasa datar dan kurang menggugah perhatian.

Angle berita adalah cara seorang penulis memfokuskan sebuah peristiwa dari sudut tertentu. Peristiwa yang sama dapat ditulis dengan berbagai angle berbeda, tergantung pada aspek mana yang ingin ditonjolkan. Inilah yang membuat berita terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Salah satu angle yang sering digunakan adalah Who Does What. Dalam angle ini, berita menonjolkan siapa yang melakukan suatu tindakan penting. Misalnya, seorang pejabat yang meresmikan program baru atau tokoh masyarakat yang melakukan aksi sosial. Fokus utamanya adalah pada pelaku dan tindakan yang dilakukan.

Selain itu, ada juga angle What Happened yang lebih menekankan pada peristiwa yang terjadi. Pada jenis ini, inti berita berada pada kejadian itu sendiri, seperti kecelakaan, bencana, atau kegiatan tertentu yang memiliki dampak bagi masyarakat.

Angle berikutnya adalah Who Says What, yaitu berita yang menonjolkan pernyataan seseorang yang memiliki nilai berita. Biasanya berupa kutipan dari pejabat, pakar, atau tokoh masyarakat mengenai suatu isu penting.

Kemudian ada angle Where/When Lead, yaitu sudut pandang yang menekankan pada lokasi atau waktu terjadinya peristiwa. Angle ini sering digunakan untuk menegaskan pentingnya tempat atau momen terjadinya sebuah kejadian.

Menentukan angle berita yang tepat sangat penting karena akan mempengaruhi cara pembaca memahami informasi. Dengan angle yang jelas, penulis dapat menyusun judul, lead, dan isi berita secara lebih terarah.

Selain itu, angle yang menarik juga membantu berita lebih menonjol di tengah banyaknya informasi yang beredar. Pembaca cenderung tertarik pada berita yang memiliki fokus jelas dan penyampaian yang kuat sejak paragraf pertama.

Oleh karena itu, seorang jurnalis perlu memiliki kepekaan dalam melihat berbagai kemungkinan angle dari sebuah peristiwa. Dengan latihan dan pengalaman, kemampuan memilih sudut pandang berita akan semakin terasah.

Pada akhirnya, menulis berita bukan hanya soal fakta, tetapi juga soal bagaimana fakta tersebut disajikan secara menarik, informatif, dan tetap akurat. Dengan memilih angle yang tepat, sebuah berita dapat menjadi lebih bermakna dan memberi dampak yang lebih besar bagi pembaca.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA