Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan USDJPY di Tengah Risiko Intervensi Jepang

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 10:35 3 admin tangerangjasa

Pergerakan USDJPY masih menjadi perhatian pasar valuta asing seiring tingginya imbal hasil US Treasury dan meningkatnya perhatian terhadap potensi intervensi otoritas Jepang. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan indikasi potensi pelemahan setelah gagal melakukan penutupan di atas area supply 157.517–157.859.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga menembus area supply tersebut sebagai sinyal yang dapat membuka ruang bagi koreksi. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, USDJPY berpotensi membentuk ABC Correction dengan target support di area 156.598–155.927.

Area 157.517–157.859 menjadi resistance penting dalam analisis Dupoin Futures. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area supply tersebut, tekanan korektif masih berpotensi berlanjut. Jika momentum bearish menguat, USDJPY dapat bergerak menuju support 156.598 dan selanjutnya 155.927.

Dari sisi fundamental, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari tingginya imbal hasil Treasury. Reuters melaporkan yield Treasury AS 10 tahun sempat mencapai sekitar 5,29% pada perdagangan Selasa, level tertinggi sejak 2007. Kondisi tersebut membuat dolar tetap mendapatkan dukungan terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen.

Namun, Dupoin Futures juga mencermati perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum melakukan kenaikan suku bunga berikutnya. Pernyataan tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober berkurang dibandingkan sebelumnya.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi penguatan dolar AS. Bagi Dupoin Futures, arah USDJPY dalam jangka pendek tidak hanya ditentukan oleh tingginya yield AS, tetapi juga oleh perubahan ekspektasi kebijakan The Fed menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, termasuk inflasi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Dari sisi Jepang, tekanan terhadap yen masih menjadi perhatian otoritas. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama sebelumnya menegaskan bahwa prinsip koordinasi intervensi valuta asing Jepang-Amerika Serikat tetap berlaku. Pernyataan tersebut muncul setelah yen melemah melewati level 158 per dolar, sementara otoritas Jepang juga melakukan rate check yang dipandang pasar sebagai sinyal kesiapan menghadapi pergerakan yen yang berlebihan.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam analisis Dupoin Futures karena risiko intervensi dapat meningkatkan volatilitas USDJPY. Ketika yen mengalami pelemahan tajam, potensi respons otoritas Jepang dapat menjadi katalis yang mendorong penguatan yen dan menekan pasangan USDJPY.

Secara teknikal, Dupoin Futures melihat kegagalan USDJPY bertahan di atas supply 157.517–157.859 sebagai indikasi awal potensi reversal dari bullish menuju bearish. Jika tekanan jual berlanjut, area 156.598 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan, sementara support berikutnya berada di 155.927.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai struktur H4 tersebut membuka peluang koreksi selama harga belum kembali menembus area supply. Karena itu, berdasarkan analisis Dupoin Futures, USDJPY berpotensi bergerak menuju support 156.598–155.927 dalam skenario ABC Correction.

Ke depan, Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati pergerakan yield Treasury AS, kebijakan Federal Reserve, perkembangan kebijakan Bank of Japan, serta komunikasi otoritas Jepang terkait nilai tukar. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menjaga volatilitas USDJPY tetap tinggi dan membuat level teknikal 157.517–157.859 serta 156.598–155.927 menjadi area penting dalam perdagangan berikutnya.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA