Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

waktu baca 4 menit
Jumat, 9 Okt 2026 09:12 3 admin tangerangjasa

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), bank digital bagian dari BRI Group, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2026 (RUPSLB 2026) pada 7 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi Bank Raya. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, meliputi perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta perubahan susunan pengurus Perseroan.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), bank digital bagian dari BRI Group, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2026 (RUPSLB 2026) pada 7 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi Bank Raya. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, meliputi perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta perubahan susunan pengurus Perseroan.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan para pemegang saham terhadap keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB 2026.

“Kami mengapresiasi dukungan para pemegang saham yang telah menyetujui seluruh agenda dalam RUPSLB 2026. Kinerja Bank Raya pada Semester I/2026 menunjukkan perkembangan yang positif, sekaligus menjadi landasan bagi kami untuk terus memperkuat bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis keputusan yang dihasilkan dalam RUPSLB ini akan mendukung upaya Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Bagus.

Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagai langkah penyesuaian dan penyelarasan terhadap ketentuan yang berlaku. Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan regulasi serta kebutuhan Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha. Melalui penyesuaian tersebut, Bank Raya berharap dapat terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang, serta memastikan pengelolaan bisnis berjalan secara sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan, termasuk penunjukan Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis. Pengangkatan tersebut akan berlaku efektif setelah yang bersangkutan memperoleh persetujuan melalui uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan keputusan RUPSLB 2026 tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Raya adalah sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Muhamad Sidik HeruwibowoKomisaris Independen: Johanes Kuntjoro Adi S.Komisaris Independen: Retno Wahyuni WijayantiKomisaris Independen: Farid RahmanKomisaris: Tatang Yuliono*)

Susunan Direksi

Direktur Utama: Ida Bagus Ketut SubagiaDirektur Keuangan: Rustarti Suri PertiwiDirektur Digital & Operasional: Lukman HakimDirektur Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Sumber Daya Manusia: Danar WidyantoroDirektur Bisnis: Hari Basuki**)

*) Sedang dalam proses uji kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

**) Pengangkatan berlaku efektif setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Dari sisi kinerja, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar pada Semester I/2026. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis kredit digital yang menunjukkan keberlanjutan aktivitas pembiayaan Perseroan. Hingga akhir Semester I/2026, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp16,46 triliun, meningkat 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun, tumbuh 21,2% yoy.

Pada segmen pendanaan, Digital Saving Bank Raya tercatat mencapai Rp2,47 triliun atau meningkat 66,4% yoy. Penggunaan layanan digital juga terus menunjukkan perkembangan positif, tercermin dari jumlah transaksi pada Aplikasi Raya yang tumbuh 41,2% menjadi 3 juta transaksi. Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Raya untuk memperluas pemanfaatan layanan perbankan digital sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis Perseroan.

Sejalan dengan perkembangan bisnis tersebut, Bank Raya terus mengembangkan inovasi digital yang dekat dengan kebutuhan nasabah. Pada Semester I/2026, Bank Raya menghadirkan fitur Raya Active, yang mengintegrasikan aktivitas fisik sehari-hari dengan kebiasaan menabung. Melalui fitur ini, nasabah dapat memanfaatkan informasi aktivitas, seperti jumlah langkah, jarak tempuh, dan kalori yang terbakar, untuk mendukung pencapaian target finansial. Inovasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Selain itu, pada Semester II/2026, Bank Raya meluncurkan Raya Jejak Hijau, fitur yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan nasabah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Fitur ini menyajikan informasi mengenai estimasi emisi karbon (CO2e) yang berhasil dihindari melalui transaksi digital nasabah. Kehadiran Raya Jejak Hijau menjadi bagian dari upaya Bank Raya untuk mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan layanan digital serta memperkuat komitmen Perseroan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan.

Bagus menambahkan, “Seiring dengan perkembangan bisnis yang terus kami dorong, penguatan susunan kepengurusan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan Bank Raya memiliki kompetensi dan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Kami berharap perubahan ini dapat memperkuat sinergi dalam pengambilan keputusan, meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis, serta mendukung Bank Raya dalam menghadapi dinamika industri dan tantangan ke depan.”

Informasi lebih lanjut mengenai hasil RUPSLB 2026 Bank Raya dapat diakses melalui situs web Bursa Efek Indonesia, sistem eASY.KSEI, serta situs web resmi Perseroan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA