Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

waktu baca 4 menit
Selasa, 3 Nov 2026 21:44 4 admin tangerangjasa

Cara membuat website toko online sendiri lebih banyak soal kesiapan daripada teknis, yaitu foto dan berat produk, domain, pembayaran, dan kurir. Rilis ini menyusunnya menjadi jadwal 4 sampai 11 November bagi UMKM yang ingin punya toko di luar marketplace menjelang 11.11 dan Harbolnas 10 sampai 16 Desember 2026, dengan toko online BisnisOn (mulai Rp99 ribu per bulan, coba gratis 30 hari) sebagai contoh.

Bagi penjual yang ingin tahu cara membuat website toko online sendiri, tenggatnya sudah dekat. 11.11, kampanye belanja yang lebih dulu dikenal lewat marketplace, tinggal seminggu lagi, dan Harbolnas 2026 menyusul pada 10 sampai 16 Desember. Penjual yang ingin punya toko di luar marketplace perlu tahu apa yang harus siap, bukan hanya cara memasang situsnya.

Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini Rp40 triliun, naik dari Rp36,4 triliun pada 2025, seperti disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat peluncuran Road to Harbolnas pada 27 Agustus 2026. Kementerian Perdagangan juga membuka pendaftaran Harbolnas bagi brand dan UMKM. Menurut UKM Indonesia, pendaftarannya ditutup pada minggu kedua November, jadi waktunya tinggal beberapa hari. Toko yang baru dibuka belum punya pengunjung sendiri. Karena itu 11.11 paling masuk akal dipakai untuk menguji toko dengan pembeli sungguhan, sedangkan Harbolnas menjadi sasaran yang lebih besar.

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Dimulai dari Produk, Bukan Template

Panduan UKM Indonesia edisi Mei 2025 menyebut bahan yang harus ada di tiap halaman produk, yaitu foto yang jelas dan terang dari beberapa sudut, deskripsi berisi bahan dan ukuran, harga, varian, serta stok. Bahan itu sering memakan waktu lebih lama daripada memilih tampilan. Mulailah dari produk yang paling sering laku, bukan dari seluruh katalog.

Ada dua angka yang baru terasa penting saat pesanan pertama masuk, yaitu berat dan ukuran kemasan tiap produk. Keduanya menentukan ongkir, dan akan dibahas di bagian kurir.

Nama Domain Dipilih Sekali, Jadi Pilih yang Bisa Dipakai Bertahun-tahun

Hostinger, dalam panduan edisi 18 September 2026, menyarankan nama domain yang singkat, unik, dan mudah diingat, serta tanpa angka dan tanda hubung. Shopify mengingatkan bahwa mengubah nama domain setelah situs aktif bisa berdampak buruk pada SEO. Soal platform, Hostinger membandingkan pembuat situs yang cepat dipasang tanpa koding dengan WordPress yang memberi kontrol lebih besar tetapi menuntut lebih banyak penyesuaian teknis.

Dengan waktu kurang dari seminggu, jalur yang sedikit langkah teknisnya lebih realistis. Toko online brand sendiri dari BisnisOn dengan domain dan SSL otomatis menempuh jalur itu. Menurut halaman layanannya, penjual memakai domain sendiri seperti tokoanda.com, sertifikat SSL terbit otomatis, dan toko dibuat tanpa koding.

Cara Bayar Apa yang Sudah Dipakai Pembeli Anda?

Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026 QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya UMKM. Sebulan kemudian, jumlah penggunanya sudah mendekati 67 juta. Bagi jutaan orang, membayar lewat QRIS sudah menjadi kebiasaan, jadi toko yang hanya menyediakan satu rekening untuk transfer manual menambah satu langkah bagi pembeli.

Penjual biasanya menyambungkan toko ke payment gateway, yaitu layanan yang meneruskan pembayaran pembeli ke rekening penjual. Toko online BisnisOn menyediakan enam pilihan, yakni Midtrans, Xendit, Tripay, Duitku, Moota, dan transfer manual. Menurut halaman layanannya, uang pembeli masuk langsung ke rekening penjual.

Kurir dan Ongkir Dihitung dari Kemasan, Bukan dari Isinya

Halaman bantuan Tokopedia untuk J&T Express menjelaskan bahwa yang ditagih adalah yang lebih berat antara berat timbangan dan berat volumetrik, dengan rumus panjang kali lebar kali tinggi dibagi 6.000. Kemasan 30 × 20 × 10 sentimeter berarti 1 kilogram volumetrik, walaupun kaus di dalamnya hanya 300 gram. Pembagi bisa berbeda antarkurir, jadi cek langsung ke kurir yang dipakai.

Karena itu timbang dan ukur kemasan sebelum mengunggah produk. Dari angka itulah ongkir bisa dihitung otomatis. Toko online BisnisOn memakai Biteship untuk menghubungkan JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, Pos, Wahana, Lion, ID Express, dan Paxel. Resi terbit sendiri dan kabar pesanan masuk ke WhatsApp pembeli.

Jadwal Tujuh Hari dari Foto Produk sampai Pesanan Pertama

Urutan berikut hanya contoh dan bisa digeser kalau produknya sedikit.

1. 4 sampai 5 November, pilih produk terlaris, foto, tulis deskripsi, lalu timbang dan ukur kemasannya.

2. 6 November, tentukan nama domain dan buat akun toko.

3. 7 November, unggah produk, lalu sambungkan pembayaran dan kurir.

4. 8 November, beli produk sendiri dari awal sampai resi, dan cek ongkir ke tiga kota berbeda.

5. 9 sampai 10 November, kabari pelanggan lama lewat WhatsApp dan media sosial bahwa toko sudah dibuka.

6. 11 November, pantau pesanan masuk dan catat apa yang membuat pembeli berhenti di tengah jalan.

Soal biaya, toko online BisnisOn dihitung per jumlah pesanan sebulan, yaitu Rp99.000 untuk 0 sampai 50 pesanan, Rp500.000 untuk 51 sampai 250 pesanan, dan Rp950.000 untuk 251 sampai 500 pesanan. Masa coba 30 hari gratis dengan fitur penuh, maksimal 10 pesanan, tanpa kartu kredit.

Satu pesanan uji yang berhasil lebih berguna daripada seratus produk yang belum pernah dicoba. Penjual yang ingin mengetes alurnya bisa memulai dari masa coba gratis 30 hari toko online BisnisOn, lalu menilai sendiri apakah toko di domain sendiri cocok untuk Harbolnas Desember.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA