Sekda: Penataan Organisasi Harus Tingkatkan Pelayanan dan Pencapaian

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 18:18 6 Aries Sundoro

KOTA TANGERANG – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong penataan organisasi perangkat daerah agar semakin efektif, efisien, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan program serta penggunaan anggaran.

Penataan tersebut dilakukan melalui sinkronisasi penilaian kapabilitas kelembagaan dan evaluasi perangkat daerah, yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (22/09/2026).

Sekda mengatakan, penataan organisasi tidak cukup berhenti pada perubahan struktur. Yang lebih penting adalah memastikan setiap perangkat daerah bekerja sesuai tugas dan fungsinya, tidak saling tumpang tindih, serta mampu mendukung pencapaian program secara lebih efektif.

“Penataan dan evaluasi kelembagaan bukan sekadar memperbaiki struktur organisasi. Yang kita harapkan adalah cara kerja yang semakin jelas, program yang semakin efektif, dan penggunaan anggaran yang semakin tepat sasaran,” ujar Herman.

Menurutnya, organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran akan membuat pembagian tugas menjadi lebih jelas. Dengan demikian, sumber daya pemerintah, termasuk anggaran, dapat diarahkan untuk mendukung program yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai organisasi sudah tertata, tetapi cara kerjanya masih tumpang tindih. Karena itu, hasil evaluasi harus benar-benar menjadi dasar untuk memperbaiki cara kerja, pembagian tugas, sampai pelaksanaan program dan anggaran,” jelasnya.

Herman juga menekankan pentingnya sinkronisasi antarperangkat daerah agar proses evaluasi tidak berjalan sendiri-sendiri. Kesamaan pemahaman diperlukan untuk mencegah pekerjaan berulang, perbedaan data, maupun kebijakan yang tidak selaras.

“Pada dasarnya, tujuan kita sama, yaitu membangun organisasi yang tepat fungsi, tepat ukuran, tepat proses, dan memiliki tata kelola yang baik,” katanya.

Ia berharap, hasil evaluasi tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang nyata di masing-masing perangkat daerah.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya organisasi menjadi lebih rapi, tetapi apakah pekerjaan menjadi lebih efektif, anggaran digunakan lebih optimal, dan pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap Herman.

Oleh karena itu, dirinya meminta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti hasil evaluasi secara terpadu dan konsisten.

“Kalau organisasi semakin tepat, cara kerja semakin jelas, dan koordinasi semakin kuat, insya Allah program akan lebih terarah dan setiap rupiah anggaran dapat memberikan hasil serta manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (ALK)

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA