Kualitas Pemasangan U-Ditch Dipertanyakan, Warga Minta Evaluasi Proyek APBDes Sukawali

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Jun 2026 23:30 1 Redaksi

TANGERANG – Proyek pembangunan dan pemeliharaan saluran air tipe U-Ditch di Kampung Kramat Sukawali, RT 01/RW 03, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi pekerjaan yang dinilai kurang rapi dan diduga minim pengawasan.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan pada Kamis (18/6/2026), proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan prasarana dan sarana pelayanan umum yang bertujuan meningkatkan kelancaran aliran air serta mengurangi potensi genangan di lingkungan masyarakat.

Namun, dari hasil observasi di lokasi, ditemukan beberapa bagian pemasangan U-Ditch yang terlihat tidak sejajar dan kurang presisi. Selain itu, sambungan antarunit saluran pada beberapa sudut tampak tidak rapat, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.

Apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi saluran dalam mengalirkan air secara optimal. Bahkan, kondisi itu berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat dibandingkan usia teknis yang seharusnya.

Sorotan juga tertuju pada aspek pengawasan pekerjaan. Saat dilakukan konfirmasi ke Kantor Desa Sukawali, diperoleh keterangan bahwa pihak pemerintah desa belum menerima laporan lengkap terkait pelaksanaan proyek tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengendalian mutu dan pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

Sejumlah warga berharap pembangunan yang menggunakan dana publik dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan diawasi secara ketat agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menanggapi temuan tersebut, masyarakat meminta pemerintah desa bersama pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan perencanaan maupun standar teknis yang berlaku, pelaksana proyek diharapkan segera melakukan perbaikan tanpa menambah beban anggaran.

Selain itu, pengawasan terhadap setiap tahapan pembangunan dinilai perlu diperkuat guna menjamin penggunaan dana desa berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.*

(Dirman)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA