Tangerang – Anggota Komisi IV DPRD dari fraksi Golkar Kota Tangerang, Saiful Milah, menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal percepatan revitalisasi infrastruktur jalan di seluruh wilayah kota.
Pihaknya menargetkan pada tahun 2026, tidak ada lagi jalan rusak atau berlubang yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Pria yang akrab disapa Abah ini mengingatkan masyarakat mengenai adanya pembagian kewenangan status jalan. Menurutnya, tidak semua kerusakan jalan di wilayah kota merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, melainkan ada yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi maupun Pusat.
“Kita harus memahami bahwa ada jalan nasional dan provinsi di dalam kota. Namun, selaku anggota Komisi IV, saya aktif membantu Dinas PUPR Kota untuk menyurati pusat agar segera memperbaiki jalan yang menjadi tanggung jawab mereka, seperti Jalan Gatot Subroto,” ujarnya
Menanggapi keluhan terkait aktivitas pihak swasta yang kerap melakukan penggalian dan memakan bahu jalan, Ia memberikan pernyataan tegas. Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan praktik yang merugikan pengguna jalan tersebut.
“Kalau ada (pelanggaran), sampaikan. Urusan begitu harus disikat habis, tidak boleh lagi dibiarkan. Kami di DPRD dan PUPR sangat aktif memantau anggaran perawatan jalan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini sejumlah titik jalan rusak yang sempat viral, termasuk di kawasan Neglasari dan Jalan Hayam Wuruk, telah masuk dalam daftar peningkatan kualitas jalan. Masalah sengketa lahan yang sempat menghambat pembangunan di Jalan Hayam Wuruk pun dipastikan telah selesai.
Upaya akselerasi ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara DPRD dan Dinas PUPR, serta penyerapan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses.
“Setiap masukan dari masyarakat saat reses langsung kami komunikasikan dengan Kepala Dinas PUPR untuk segera dieksekusi,” tambahnya.
Optimisme tinggi diusung Komisi IV terkait wajah infrastruktur Kota Tangerang di masa depan. Saiful meyakini bahwa dengan skema pembangunan yang sedang berjalan, masalah jalan rusak akan terselesaikan sepenuhnya dalam dua tahun ke depan.
“Tahun 2026 targetnya selesai! Semua akan rapi, tidak ada lagi jalan yang berlubang. Saat ini pun progresnya sudah terlihat, seperti di wilayah Tanah Tinggi yang kini seluruhnya sudah rapi diaspal,” pungkasnya.(bule)
Tidak ada komentar