Walikota Tangerang Selatan Stop Pembuangan Sampah di TPA Cipeucang

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Feb 2026 16:44 23 Redaksi

Tangerang – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini mengalami kelebihan kapasitas dan tidak lagi mampu menerima tambahan sampah. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalihkan pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong yang berada di Kota Serang.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa kondisi TPA Cipeucang sudah tidak memungkinkan untuk menampung sampah baru. Ia menyebutkan, meskipun masih tersedia landfill 3 dan 4 dengan luas sekitar 8.000 meter persegi, area tersebut tidak diperuntukkan bagi pembuangan sampah umum.

“Faktanya, TPA Cipeucang memang sudah tidak akan mampu lagi menampung sampah dari Tangerang Selatan. Walaupun kita memiliki landfill 3 dan 4 seluas 8.000 meter, itu diperuntukkan bagi MRF (Material Recovery Facility),” ujar Benyamin, Selasa (3/2/2026).

Benyamin menjelaskan, kerja sama antara Pemkot Tangsel dan Pemerintah Kota Serang saat ini telah berjalan optimal. Kapasitas pengangkutan sampah ke TPAS Cilowong mencapai 400 ton per hari dan dapat ditingkatkan hingga hampir 500 ton per hari.

“Alhamdulillah dengan Kota Serang sekarang sudah bisa maksimal. Perjanjian kerja samanya untuk 400 ton sampai hampir maksimal 500 ton per hari,” katanya.

Dalam proses pengiriman sampah, Pemkot Tangsel mengerahkan armada milik pemerintah daerah serta menggandeng pihak ketiga. Armada tersebut dilengkapi dengan fasilitas khusus untuk menampung air lindi agar tidak mencemari lingkungan selama perjalanan.

“Ada 27 truk yang kita miliki. Kemudian kita sudah kontrak dengan pihak ketiga, transporter itu ada 42 unit kalau tidak salah. Dengan ini kita maksimalkan pengangkutan,” jelas Benyamin.

Lebih lanjut, Benyamin berharap masyarakat dapat berperan aktif membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah. Salah satu langkah yang didorong adalah pengolahan sampah organik secara mandiri melalui pembuatan lubang biopori di lingkungan rumah tangga.

“Kami berharap masyarakat juga bisa membantu menangani sampah, khususnya dengan membuat lubang biopori. Saat ini sedang kami kerjakan dengan target 10.000 sampai 20.000 lubang biopori di seluruh rumah tangga di Tangerang Selatan,” ungkapnya.*

(NK)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA