TANGSEL – Rabu, (10/12) lalu. Seorang pria muda berinisial MH, yang baru berusia 23 tahun, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertabrak kereta api di dekat Stasiun Pondok Ranji, tepatnya di Jalan H. Toran.
Kecurigaan awal petugas di lapangan mengarah pada dugaan bahwa MH sengaja mengakhiri hidupnya. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya secarik surat di dekat jasad korban. Surat tersebut, yang diduga kuat ditulis oleh MH sendiri, berisi permintaan maaf yang tulus serta luapan rasa tertekan akibat beban hidup yang selama ini menghimpitnya.
Dalam tulisan tangannya yang menyayat hati, MH mengungkapkan perasaan gagal dan beratnya tanggung jawab utang yang membuatnya semakin tertekan. Ia juga menitipkan pesan terakhir untuk keluarga tercinta, khususnya permohonan agar ibunya senantiasa dijaga. Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui berasal dari Depok, Jawa Barat.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus mendalami motif di balik peristiwa tragis ini dan menganalisis isi surat yang ditinggalkan korban. Jenazah MH telah berhasil dievakuasi oleh Tim Identifikasi Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini sungguh menyentuh hati dan menjadi pengingat betapa krusialnya kepedulian kita terhadap kesehatan mental dan kondisi psikologis orang-orang di sekeliling kita. Jika Anda atau siapa pun yang Anda kenal sedang berjuang menghadapi tekanan hidup yang luar biasa, jangan ragu untuk segera mencari bantuan atau menghubungi layanan pertolongan terdekat. Kebersamaan dan dukungan dapat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi masa sulit.(edy)
Tidak ada komentar